Masih Ragu Untuk Menjadi Vegetarian?
Banyak anggapan yang menyatakan bahwa seseorang tidak akan bisa bekerja
keras sepanjang hari dengan hanya mengkonsumsi buah, nasi, dan sayuran
saja alias Vegetarian. Mungkin anologi yang ini tidak tepat, tetapi
sapi, kuda, dan gajah menunjukkan kekuatan dan kegiatan untuk melakukan
pekerjaan sepanjang hari, dengan hanya memakan tumbuh tumbuhan saja.
Dr. Per Olof Astand, seorang ilmuwan swedia telah mengadakan percobaan untuk menentukan makanan yang terbaik dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh bagi para olahragawan. Dengan memilih sembilan atlet, ia memberi mereka menu makanan yang berbeda selama tiga hari. Menu makanan yang diberikan tersebut sebagai berikut.
Fase 1
Pada fase ini diberikan makanan campuran berupa daging, kentang, wortel, kol, dan mentega. Setelah itu, para atlet diminta mengayuh sepeda statis. Hasilnya rata rata mereka mampu mengayuh selama 114 menit.
Fase 2
Pada fase ini diberikan makanan berprotein tinggi dan lemak hewani, berupa daging, ikan, mentega, dan telur. Setelah itu para atlet diminta mengayuh sepeda statis. Hasilnya rata rata mereka mampu mengayuh selama 57 menit.
Fase 3
Pada fase ini diberikan makanan Vegetarian berkabohidrat tinggi, berupa roti, kentang, jagung, sayuran, dan buah buahan. Setelah itu atlet diminta kembali mengayuh sepeda statis. Hasilnya, rata rata mereka mampu mengayuh selama 167 menit.
Dari hasil percobaan tersebut terlihat bahwa daya tahan atlet yang mengkonsumsi menu vegetarian hampir tiga kali lebih besar daripada mereka mengkonsumsi daging dan hasil peternakan lainnya. Tenaga para atlet yang mengkonsumsi menu vegetarian lebih cepat pulih sehingga lebih siap mengulangi percobaan itu daripada yang menjadi lawannya.
Vegetarian Rahasia Energi Para Atlet Dunia
Tidak mengherankan jika sebagian besar atlit di dunia adalah vegetarian. Apakah rahasia kemenangan para atlet tersebut? Jika seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, karbohidrat itu akan dirubah menjadi glukosa yang tersimpan di dalam hati (lever) dan otot dalam bentuk glikogen.
Kandungan glikogen di dalam otot penting untuk mengubah ATP (Adenosine Triphosphate) menjadi ADP (Adenosine Diphosphate) yang akan menghasilkan tenaga. Karena itu, semakin banyak jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, semakin banyak tenaga yang dihasilkan. Sementara itu, daging tidak mengandung karbohidrat sedikitpun sehingga wajar jika seseorang vegetarian akan menghasilkan tenaga lebih banyak.
D. Enette Larson-Meyer, Associate Professor dari Department of Family and Consumer Science menegaskan bahwa secara umum, vegetarian lebih sehat dengan resiko penyakit jantung dan obesitas, meskipun ada vegetarian obesitas. Menurut Enette, jika setiap orang makan kurang dari satu porsi daging setiap hari maka akan meningkatkan kesehatan.
(felly@oktomagazine.com)
Dr. Per Olof Astand, seorang ilmuwan swedia telah mengadakan percobaan untuk menentukan makanan yang terbaik dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh bagi para olahragawan. Dengan memilih sembilan atlet, ia memberi mereka menu makanan yang berbeda selama tiga hari. Menu makanan yang diberikan tersebut sebagai berikut.
Fase 1
Pada fase ini diberikan makanan campuran berupa daging, kentang, wortel, kol, dan mentega. Setelah itu, para atlet diminta mengayuh sepeda statis. Hasilnya rata rata mereka mampu mengayuh selama 114 menit.
Fase 2
Pada fase ini diberikan makanan berprotein tinggi dan lemak hewani, berupa daging, ikan, mentega, dan telur. Setelah itu para atlet diminta mengayuh sepeda statis. Hasilnya rata rata mereka mampu mengayuh selama 57 menit.
Fase 3
Pada fase ini diberikan makanan Vegetarian berkabohidrat tinggi, berupa roti, kentang, jagung, sayuran, dan buah buahan. Setelah itu atlet diminta kembali mengayuh sepeda statis. Hasilnya, rata rata mereka mampu mengayuh selama 167 menit.
Dari hasil percobaan tersebut terlihat bahwa daya tahan atlet yang mengkonsumsi menu vegetarian hampir tiga kali lebih besar daripada mereka mengkonsumsi daging dan hasil peternakan lainnya. Tenaga para atlet yang mengkonsumsi menu vegetarian lebih cepat pulih sehingga lebih siap mengulangi percobaan itu daripada yang menjadi lawannya.
Tidak mengherankan jika sebagian besar atlit di dunia adalah vegetarian. Apakah rahasia kemenangan para atlet tersebut? Jika seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, karbohidrat itu akan dirubah menjadi glukosa yang tersimpan di dalam hati (lever) dan otot dalam bentuk glikogen.
Kandungan glikogen di dalam otot penting untuk mengubah ATP (Adenosine Triphosphate) menjadi ADP (Adenosine Diphosphate) yang akan menghasilkan tenaga. Karena itu, semakin banyak jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, semakin banyak tenaga yang dihasilkan. Sementara itu, daging tidak mengandung karbohidrat sedikitpun sehingga wajar jika seseorang vegetarian akan menghasilkan tenaga lebih banyak.
D. Enette Larson-Meyer, Associate Professor dari Department of Family and Consumer Science menegaskan bahwa secara umum, vegetarian lebih sehat dengan resiko penyakit jantung dan obesitas, meskipun ada vegetarian obesitas. Menurut Enette, jika setiap orang makan kurang dari satu porsi daging setiap hari maka akan meningkatkan kesehatan.
(felly@oktomagazine.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar